PadangKini.com | Rabu, 27/06/2012, 21:55 WIB

PADANG-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif meresmikan Tugu Peringatan Korban Gempa 30 September 2009 di Lubuk Laweh, Kecamatan Patamuan, Padangpariaman, Rabu (27/6/2012).
Syamsul Maarif didampingi Sekretaris Jenderal BNPB Dody Ruswandi, Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim, dan Wakil Bupati Padangpariaman Damsuar. Syamsul menandatangani prasasti tugu.
Gempa 7,9 SR pada 30 September 2009 menyebabkan longsor yang menimbun sejumlah rumah di Patamuan, termasuk Lubuk Laweh. Sebanyak 246 warga tewas tertimbun, sebagian tidak ditemukan jasadnya.
Bencana itu juga menyebabkan 250 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan sampai kini masih terkatung menunggu program transmigrasi lokal.
Peresmian tugu berlangsung khidmad di bawah gerimis. Tokoh masyarakat dan warga yang hadir terlihat bersedih mengenang peristiwa tersebut.
"Prasasti ini melambangkan sebuah hikmah dari kehendak Allah SWT untuk umat manusia agar lebih bersabar dan selalu bersatu untuk saling menjaga serta meningkatkan kepeduliannya satu sama lain," kata Muslim Kasim.
Syamsul Maarif mengatakan, yang diperlukan dalam proses pasca bencana adalah perbaikan kondisi mental, jiwa, dan batin seseorang.
"Kita tidak memungkiri bahwa pembangunan sarana dan prasarana itu penting, namun perbaikan mental, jiwa, tekad untuk bersatu lebih penting, karena hanya dengan persatuan dan kebersamaan kita semua, apapun halangan dan rintangan yang menghadang akan dapat kita lalui dengan mudah," katanya.
Syamsul mengaku bangga dengan kearifan lokal masayarakat Sumatera Barat yang selalu bersatu dan bermufakat untuk memecahkan permasalahan. (s)