PadangKini.com | Selasa, 26/06/2012, 22:04 WIB

PADANG--Ahli kuliner Indonesia, William Wongso mengatakan, masakan rendang asal Sumatra Barat tidak perlu dipatenkan dan tidak perlu pusing akan diklaim negara lain seperti Malaysia.
"Makanan tidak bisa dipatenkan dan biar saja diklaim karena memang orang minang juga ada yang pindah ke sana," ujarnya saat menjadi juri Festival Rendang se-Sumatera Barat di Taman Budaya, Padang, Selasa (26/6/2012).
Wongso mencontohkan makanan Jepang, "sushi" dan "sashimi". Demikian juga dengan makanan Korea, "galbi."
"Jepang dan Korea tidak pernah mematenkan, mereka malah senang makanannya dipakai di mana-mana," katanya.
Yang penting sekarang, kata Wongso, menyebarkan cara memasang rendang padang yang benar di luar Sumatera Barat. Sebab banyak restoran penyedia menu rendang di luar Indonesia rasanya bahkan tidak seperti rendang.
Ia mencontohkan ketemu masakan rendang di Belanda yang rasanya seperti semur. "Karena banyak orang memasak rendang tapi ingin cepat siap, padahal memasaknya harus lama dan sabar."
Menurutnya rendang di Malaysia juga berbeda dari asalnya di Sumatera Barat. Rendang di Malaysia dipengaruhi masakan India dengan bumbu kering berbau bumbu-bumbu india. Selain itu di Malaysia juga memakai parutan kelapa. Selain itu di Malaysia yang disebut rendang tak hanya dari baan daging sapi atau kerbau, bakan juga rendang ayam berwarna merah.
"Menurut saya yang nggak gosong itu bukan rendang asal gosongnya tidak pahit, tapi aroma santan dan bumbu yang digosongkan begitu lama menjadi rendang, ini luar biasa aromanya," ujarnya.
Wongso mengaku mendapat wawasan baru melihat Festival Memasak Rendang kedua yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Barat di Padang. Pesertanya datang dari wakil 17 kota dan kabupaten dengan masakan rendang yang berbeda. Tak hanya lomba memasak rendang, pada festival ini juga menggelar lomba mencipta lagu minang tentang rendang.
"Sampai di Ranah Minang kita tidak bisa lagi menyebut rendang padang, tapi ada rendang dari Solok, Payakumbuh, Bukittinggi, Pariaman, dan macam-macam daerah, tapi untuk ke luar provinsi ini kita mesti menyebutnya satu rendang yaitu rendang padang, ini yang membedakan dari Malaysia," katanya.
Menurut Wongso, rendang memiliki prospek di dunia internasional sebagai makanan khas Indonesia. Ia mengatakan pengalaman dengan orang Barat, kalau menyajikan makanan Indonesia mereka ingat dengan rendang.
"Karena unik buat mereka dan yang selalu mereka minta itu rendang, bahkan orang Indonesia memakan rendang pakai roti," katanya.
Meski begitu, menurut Wongso, pangsa pasar rendang di Indonesia saja besar. Karena semua orang tahu dengan rendang. "Jika satu juta orang saja beli rendang di Indonesia itu sudah sangat besar," katanya. (syof/yanti)