PadangKini.com | Rabu, 16/05/2012, 11:52 WIB

JAKARTA-- Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar kembali memuji pemadangan alam Sumatera Barat yang luar biasa untuk ajang balap sepeda Tour de Singkarak yang telah digelar setiap tahun sejak 2009.
"Pemandangan yang dilewati pebalap luar biasa, bahkan Eurosport menyebut Sumbar sebagai Green Swis atau Swiss yang hijau," kata Sapta seperti dikutip situs resmi Budpar.go.id dalam acara Lauching TdS 2012 di Gedung Sapta Pesona, Senin (14/5/2012).
Sapta kembali mengingatkan, Tour de Singkarak sebagai ajang balap sepeda sekaligus pariwisata memiliki posisi penting untuk mempromosikan pariwasata Indonesia, khusus Sumatera Barat, ke dunia internasional.
Untuk tujuan itu, panitia TdS kembali melibatkan Tour de France (TdF), penyelenggara perhelatan olahraga sepeda asal Perancis. TdF berperan penting penentuan panjang dan tingkat kesulitan lintasan.
"Kami ingin menyelenggarakan balap sepeda berskala internasional dengan mengemasnya dalam bentuk pariwisata berbasis alam dan budaya," kata Sapta.
Selain kekayaan dan keindahan alam, letak geografis Sumatera Barat juga dinilai strategis karena karena letaknya yang tidak jauh dari Malaysia dan Singapura sebagai hub dunia.
"TdS salah satu ajang yang dapat memperkenalkan Sumatera Barat secara langsung," katanya.
Tahun ini TdS melibatkan 14 kota dan kabupaten di Sumatera Barat. Jauh lebih banyak dari TdS pertama 2009 yang hanya melibatkan 4 kota dan kabupaten.
Sapta juga berharap TdS memberikan kontribusi ekonomi kepada industri kecil. Dengan adanya kunjungan yang semakin banyak, kataya, maka UKM (Usaha Kecil Menengah) akan semakin bergerak, termasuk penjualan suvenir dan makanan lokal.
"TdS berpotensi mendatangkan banyak wisatawan ke Sumatera Barat, semakin banyak kunjungan wisatawan maka sektor ekonomi kreatif pun akan bergerak maju," ujarnya.
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno yang juga hadir pada acara peluncuran itu mengatakan, pada TdS tahun ini Sumatera Barat sudah lebih siap dari segi akomodasi, infrastruktur, dan lainnya.
"TdS merupakan wadah untuk mempromosikan keindahan alam dan budaya Sumatera Barat, melalui TdS kami mencoba melakukan terobosan dengan menjadikan Sumatera Barat sebagai destinasi wisata," kata Irwan.
Menurut Irwan kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat saat acara TdS tahun lalu 430 ribu. Tahun ini ditargetkan 400 ribu. (budpar/pkc)