BERITA » Pendidikan

Mahasiswa UBH Masih Aman KKN di Kaki Marapi

PadangKini.com | Kamis, 04/08/2011, 6:41 WIB

PADANG--Wakil Rektor I Universitas Bung Hatta Dr Eko Alvares, MSAA mengatakan, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) yang berlokasi di Nagari Pariangan yang terletak di kaki Marapi masih aman untuk melakukan aktivitas.

Pernyataan ini dikeluarkan Eko menyusul meningkatkan aktivitas vulkanik Gunung Marapi yang delapan kali mengeluarkan abu cukup tebal dengan semburan terbesar pukul 08.31 WIB Rabu (3/8/2011).

"Mahasiswa yang KKN di Pariangan sempat cemas malam harinya dan menghubungi Sekretaris Pelaksana KKN-PPM, kami menyarankan tidak usah panik tapi tetap waspada dan segera berkoordinasi dengan wali nagari dan wali jorong setempat jika terjadi sesuatu tak diinginkan," kata Eko seperti dikutip siaran pers Humas Universitas Bung Hatta.

Menurut peserta KKN-PPM UBH, kata Eko, warga Pariangan tidak panik dan tidak begitu terpengaruh dengan semburan abu tersebut.

Sebenarnya Eko didampingi panitia pelaksana KKN-PPM, Profesor  M. Amri dan Suamperi SH, MH baru saja meninggalkan lokasi KKN di Pariangan ketika terjadi semburan di puncak Marapi. Rombongan juga  meninjau 8 nagari lain lokasi KKN di Tanah Datar.

Kedelapan nagari lain adalah Nagari Pagaruyung, Nagari Sungayang, Nagari Andalas Baruh Bukit, Nagari Rambatan, Nagari Rao-Rao, Nagari Koto Baru, Nagari Sungai Tarab dan Nagari Guguak Malalo.
"Kami tidak merasakan semburan abu yang katanya bunyina sangat keras tersebut," ujar Eko.

Nagari Pariangan dianggap sebagai nagari pertama orang Minangkabau. Nagari ini terletak dipinggir jalan antara Padangpanjang-Batusangkar persis di lereng gunung Merapi dengan luas wilayah sekitar 17,97 km2. Nagari Pariangan terdiri dari dua jorong, Jorong Sikaladi dan Jorong Guguk.

Sementara itu, seperti dikutip siaran pers UBH, Tunti Asparingga, mahasiswa KKN di Jorong Sikaladi dalam laporan ringkasnya mengungkapkan, ia dengan rekan-rekannya akan melakukan kegiatan yaitu pembuatan pondok salat dari kayu di Pincuran Tinggi.

 "Pincuran tinggi ini salah satu pemandian yang sumber airnya keluar dari batu, tingginya sekitar 1-2 meter dan konon berkhasiat karena airnya sangat bersih dan menyegarkan," ujar mahasiswa Jurusan Teknik Sipil UBH itu.

Selain membantu pengembangan pariwisata, di Jorong Sikaladi para peserta KKN dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan akan praktek mengajar di Sekolah Dasar Negeri 26. Sedangkan  mahasiswa Akuntasi akan membantu pembukuan di koperasi simpan pinjam.

Sedangkan, Rahmat Hidayat dan rekan-rekannya di Jorong Guguk merencakan akan membuat bak sampah dari beton.

"Selain membuat bak sampah kami  juga akan mengajar siswa Sekolah Dasar dalam pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris pada Kamis (4/8/2011) di kantor jorong," ujar Rahmat.

Di tiap kunjungan ke lokasi KKN-PPM Universitas Bung Hatta disebutkan, Eko Alvares memberikan masukan agar peserta peserta lebih kreatif lagi membuat program dan kegiatan, sehingga tidak hanya gotong royong saja, tapi dapat memberikan pemikiran dan gagasan kepada masyarakat. (pkc)

Belum ada Komentar

iklan
  • ubh 2012