BERITA » Kesehatan

Kampus Bung Hatta Terus Upayakan Kawasan Bebas Asap Rokok

PadangKini.com | Senin, 31/05/2010, 10:49 WIB

PADANG--Universitas Bung Hatta terus mengupayakan kampus itu bebas asap rokok. Peringatan kawasan bebas rokok sudah ditempel di berbagai tempat di dalam kampus, terutama di gedung perkuliahan, namun masih belum efektif menghentikan civitas akademika merokok.

"Walaupun sangat susah melarang orang untuk tidak merokok, minimal bisa mengurangi kebiasaan merokok, kami mengimbau agar semua pihak mengingatkan jika masih ada ornag yang merokok," kata Profesor Hafrijal Syandri, Rektor Universitas Bung Hatta melalui siaran pers yang dikirimkan kepada PadangKini.com, Senin (31/5/2010).

Hafrijal mengatakan, bersama jajaran dekan, dosen karyawan, dan mahasiswa terus mensosialisasikan komitmen bersama mewujudkan kampus bebas rokok. Sebab kampus adalah tempat menimba ilmu sehingga membutuhkan lingkungan yang sehat.

Sosialisasi ini dibantu dengan pemasangan atribut dan spanduk bertuliskan "Gedung Ini Kawasan Bebas Asap Rokok". Kawasan yang harus bebas dari asap rokok adalah ruang kuliah, ruang dekanat, ruang dosen, ruang kerja, ruangan unit kegiatan mahasiswa, laboratorium, perpustakaan, ruang kerja staf administrasi, dan musala.

Jika ada dosen, mahasiswa dan karyawan yang tidak tahan untuk tidak merokok maka dipersilahkan keluar ruangan dan mencari tempat untuk merokok, misalnya ke pingir laut atau ruangan terbuka lainnya.

"Walaupun untuk sebagian orang tentu tidak mudah mematuhinya, apalagi bagi perokok aktif," katanya.

Ia mengakui, kata-kata peringatan tidak membawa pengaruh yang cukup signifikan untuk mengatakan berhenti merokok. Namun setidaknya mampu untuk mengurangi kebiasaan merokok.

"Untuk tahap awal kita masih mengimbau, dan secara bertahap mungkin saja akan kita berlakukan semacam sanksi atau denda jika  ketahuan merokok di kawasan tersebut, dan dendanya dikumpulkan untuk digunakan  bagi kegiatan promosi berhenti merokok," ujar Hafrijal.

Hari ini, 31 Mei merupakan Hari Bebas Tembakau Sedunia" (No Tobacco Day). Setiap peringatan hari tersebut semua pihak diminta untuk menyadari dan mau menciptakan
lingkungan yang bebas dari asap rokok. Sehingga semua orang bisa bernapas lega dengan menghirup udara bersih. (s)

5 Komentar Pembaca

  • 1 b4jing jl bunda ulak karang Sabtu, 11/12/2010 17:23 WIB

    mantap..itu pun kl bsa terlealisasi dgn bener,,sangat sulit merubah sebuah kebiasaan...

  • 2 Ahmad Rizal Jakarta Rabu, 07/07/2010 17:54 WIB

    kami selaku alumni UBH Setuju 100% pak, lakukan terus yg terbaik untuk kemajuan kampus kita tercinta

  • 3 putra sikumbang palembang Rabu, 07/07/2010 11:45 WIB

    saya dukung gagasan rektor UBH, kampus adalah tempat menimba ilmu bukan untuk tempat merokok, yang merokok suruh keluar area kampus saja pak..........

  • 4 irfan batipuh,tanahdatar Selasa, 01/06/2010 15:57 WIB

    oke2 ja sih , , , tp jgn smpe muna dong , , , kawula muda sang mahasiswa/i jg bnyak kok yg perokok , , bktiin ea , , , law mmang da tmpat khusus kwasan bbas asap rokok , , , sanksi kyakx jg perlu ntuh , , ,

  • 5 Partahian Harahap, SE.ak riau Senin, 31/05/2010 21:34 WIB

    sangat mendukung dengan gagasan sang rektor, siapa lagi yang patut dicontoh di negeri kalau bukan dari kalangan terdidik seperti wrga kampus nan asri ini. tentunya kita berharap kepada semua warga kampus bisa mengindahkan himbauan bapak rektor. mulai dari diri sendiri, mulai dari yang terdekat dan mulai dari sekarang...!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

iklan
  • ubh 2012