PADANG--KPU Sumatera Barat akhirnya menetapkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Barat Serentak Tahap I atau putaran pertama, Rabu 30 Juni 2010.
Penetapan itu dikukuhkan melalui Keputusan KPU Su
matera Barat No. 6/2010 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Senin (8/2/2010) sekitar pukul 21.30 WIB.
"Pleno dihadiri ketua, anggota, sekretaris dan pejabat sekretariat KPU Sumatera Barat," kata Husni Kamil Manik, anggota KPU Sumbar.
Ditetapkannya jadwal pilkada serentak setelah Memorandum of Understanding (MoU) hibah dana pilkada sesuai kebutuhan KPU masing-masing daerah ditandatangani bersama di Gubernuran Sumbar, Padang, Senin (8/2/2010) siang.
Acara penandatangani MoU sendiri tidak selancar seremoni yang dihadiri Gubernur Marlis Rahman. Sebab setelah Gubernur dan kepala daerah 13 kabupaten dan kota yang akan menyelenggarakan pilkada serentak usai acara penandantangan, ternyata ada 6 daerah yang belum meneken dengan berbagai alasan.
Keenam daerah adalah Sijunjung, Agam, Limapuluh Kota, Padangpariaman, Tanahdatar, dan Kabupaten Solok. Mereka terlihat terkejut dengan dana yang melebih anggaran yang sudah ditetapkan APBD.
"Kita tidak lagi menunggu, KPU akan menetapkan jadwal dan tahapan hari ini, nanti kita bicarakan lagi dengan gubernur agar Pilkada tidak terkendala dana," kata Marzul Veri, Ketua KPU Sumatera Barat melihat kejadian itu.
Dana untuk KPU Sumbar sendiri disetujui Pemprov Sumbar Rp72,6 miliar. Dana ini juga menanggung semua peralatan di TPS dan distribusi logistik untuk Pilkada di 13 kabupaten kota.
Sedangkan biaya Pikada di 13 kabupaten dan kota masing-masing ditanggung daerah yang melakukan Pilkada.
Sementara, dari 13 KPU kota dan kabupaten yang ikut Pilkada Serentak belum ada yang menggelar pleno pengesahan tahapan pilkada malam ini.
"Kami sedang mengimbau KPU kota dan kabupaten segera mengesahkan," kata Husni kepada PadangKini.com.(ynt/syof)
Mudah2n bisuak acr pilkada akan sukses bersama suksesnya Gamawan Fauzi jadi mentri. Jadikan Sumbar sebagai barometer pilkada teraman di Indonesia, caliak an masyakaik awak punyo adat yang tinggi, manang kalah bukanlah jadi pilihan tetapi membangun padang tacinto itulah nan kamanjadi pilihan pemimpin nan amanah. Ambo di rantau akan mandukuang pamimpin nan alah tauju salamoko...... salamaik ba pilkada mudah2an masyarakaok ambo batua2 mamiliah sasuai hati nurani. Amin Yarabal 'Alamin.........
Bagaimana pilkada akan mencari calon yang bebas korupsi kalau mendaftar ke partai aja harus bayar 3 milyar pasti mencari balik modaldulu dong, bebaskan sumbar dari Korupsi
Semoga Pilkada tahun ini pemimpin yg menang bisa memajukan ranah minang yang terpuruk akibat gempa. Semoga rakyat minang bisa memilih pemimpin yang terbaik, yang memikirkan rakyat untuk kemajuan dimasa yang akan datang. Semoga oknum pejabat yg pd tahun 2009 sudah lebih 3X menemui seorang menteri yang mana diduga memelas dukungan untuk menjadi calon gubernur sumatera barat tidak terpilih!!!.